Rivalitas Jadi Catatan di Men Youth dan Women Youth
11 November 2024 20:12 WIB

Rivalitas Jadi Catatan di Men Youth dan Women Youth

Rivalitas Jadi Catatan di Men Youth dan Women Youth - foto 1
Rivalitas Jadi Catatan di Men Youth dan Women Youth - foto 2

Men Youth dan Women Youth adalah kategori yang paling terbuka bagi generasi muda. Di kategori ini, riders langganan lomba dan para first timers race bersama.

Dari keduanya, Men Youth adalah kategori yang paling laris. Total ada 38 riders muda yang tercatat dalam tiga seri kompetisi 76 Indonesian Downhill 2024. Tapi hanya ada 6 riders yang mengikuti race lebih dari satu seri. Dari keenam itu, hanya Dimas Aradana, Chaka Febryana, dan Ahmad Nasywa Ridhodin yang selalu hadir di ketiga seri.

Dari kategori ini, Dimas Aradana, keluar sebagai juara umum (10/11). Rider Sego Anget Racing Team ini berhasil raih poin penuh setelah finish di posisi pertama pada seri ketiga dengan waktu 02:00,860. Dengan raihan itu, Dimas berhasil mengumpulkan 550 overall points, mengalahkan rivalnya: Chaka dengan 450 overal points dan Nasywa dengan 300 overall points. 

Sementara Women Youth hanya mencatatkan 4 total riders dari ketiga seri. Namun begitu, keempatnya cukup konsisten muncul di kompetisi-kompetisi downhill meski tak ada dari mereka yang race di ketiga seri. Di seri ketiga, hanya Tsuraya Azwa Pambudi yang terdaftar sebagai rider kategori ini. Ia finish dengan waktu 02:27,910 dan otomatis mendapatkan poin penuh dan membawanya di posisi kedua overall.

Juara umum Women Youth diraih Arasy Ikhsaniah Bilqis dari Develo Racing Team. Tabungan 400 point dari seri pertama dan kedua memungkinkan Bilqis untuk bertahan di puncak klasemen Meski absen di seri ketiga. Hal ini dimungkinkan oleh situasi klasemen yang tak selalu ada rival di setiap seri.

Sebenarnya, jumlah rider yang sedikit menjadikan Women Youth sebagai kategori yang punya keunikannya sendiri. Karena lawan masih mudah diingat dan dipetakan secara jumlah. Mereka bisa menjadi rival ataupun race mate sejak kecil. Berkembang bersama, seiring dengan kompetisinya. 

Situasi ini sebenarnya mirip dengan cerita masa kecil Jenna Hastings di New Zealand,

“Dulu, waktu aku umur 13 atau 14 tahun, cuma ada dua atau tiga perempuan yang ikutan race. Sekarang, kita punya banyak banget Junior World Cup racers dan setidaknya ada dua atau tiga dari kami yang konsisten podium. It’s getting so good.” tutur rider World Cup itu kepada IDH.

Jadi, mungkin memang soal waktu. Tapi kita perlu ingat bahwa waktu yang tepat hanya akan datang apabila kita sudah siap.



Related News

Loading...
Perburuan Tahta Overall Men Elite
25 Oct 2025
Perburuan Tahta Overall Men Elite
11:59 WIB
Loading...
Persaingan Sengit di Seeding Run 76 Indonesian Urban Downhill 2025 Seri 2 Semarang
05 Oct 2025
Persaingan Sengit di Seeding Run 76 Indonesian Urban Downhill 2025 Seri 2 Semarang
10:22 WIB
Loading...
76 IDH Urban 2025 Siap Gebrak Semarang dengan Tantangan Berkecepatan Tinggi di Tegalsari
26 Sep 2025
76 IDH Urban 2025 Siap Gebrak Semarang dengan Tantangan Berkecepatan Tinggi di Tegalsari
14:44 WIB
Loading...
Andy Prayoga Tercepat di Seeding Run 76 Indonesian Urban Downhill 2025 Pasuruan, Persaingan Ketat di Semua Kategori
13 Sep 2025
Andy Prayoga Tercepat di Seeding Run 76 Indonesian Urban Downhill 2025 Pasuruan, Persaingan Ketat di Semua Kategori
17:02 WIB