News Detail

Sisa Cerita Watu Cenik di Final Run Men Elite

Sisa Cerita Watu Cenik di Final Run Men Elite

Wonogiri - Gelaran 76 Indonesian Downhill 2019 Seri 1 Watu Cenik Wonogiri Jawa Tengah memang telah usai Minggu (30/6/2019) lalu. Khoiful Mukhib, pebalap 76 Team menjadi jawara di kelas paling bergengsi, Men Elite setelah mampu mengalahkan catatan waktu 24 pebalap lainnya. 

Belum lupa, bagaimana seru dan deg-degannya menyaksikan final run kelas Men Elite tersebut. 25 pebalap prestasi yang memiliki skill mumpuni bertarung menaklukkan track Watu Cenik yang berkarakter khas dengan hamparan batuan mineral hasil endapan laut jutaan tahun silam. 

Mukhib, yang pada seeding run menempati posisi ketiga praktis start di tiga terakhir saat final run. Catatan waktu 2 menit 19,312 detik yang dicatatkannya memecah raihan waktu tercepat sebelumnya yang diperoleh rekan satu timnya, Mohammad Abdul Hakim Jambol (2 menit 21,249 detik). 

Situasi yang harap-harap cemas pun semakin terasa, saat kemudian Andy Prayoga mulai menuruni track dengan begitu cepat. Andy Yoga ternyata tak mampu memecah catatan Mukhib karena papan waktu memperlihatkan waktu 2 menit 19,699 detik, sangat tipis meski Andy sebenarnya unggul di intermediate. 

Puncaknya, saat pebalap pemuncak seeding Hildan Afozma Katana dari Thrill Factory Racing turun. Afoz dikenal penakluk Watu Cenik karena di tahun 2018 lalu, ia menjadi juara dengan catatan waktu yang sangat baik. 

Di intermediate, semua kaget, Afoz mencatat waktu terbaik 1 menit 02,466 detik karena unggul satu detik dari dua pebalap sebelumnya yakni Mukhib dan Andy Yoga. Namun, kejutan bagi semua terjadi di sisa track karena Afoz sempat terlihat lepas kendali saat hendak menikung di salah satu section. 

Juara bertahan Watu Cenik kehilangan dua detik yang membuatnya harus puas berada di peringkat ketiga dengan catatan waktu 2 menit 20,420 detik. Di sisi lain, muncul juara baru Watu Cenik, Khoiful Mukhib yang juga si peraih emas Asian Games 2018. 

Mukhib mengakui kondisinya jauh lebih baik setelah tahun 2019 karena tak lagi harus begadang menjaga putranya di tengah malam. “Kondisi saya lebih baik sekarang, karena kemarin saya baru punya baby juga jadi ikut begadang. Saya sudah latihan keras dan mungkin ini salah satu hasilnya,” ungkap Mukhib tersenyum. 

Sementara bagi Afoz, raihan peringkat ketiga memang sedikit mengecewakan karena persiapan yang dilakukan sudah sangat luar biasa untuk memulai tahun 2019, terlebih ia merupakan juara bertahan di Wonogiri. “Track sudah sangat berubah karena sebelumnya sudah dilewati pebalap sebelum-sebelumnya. Cukup sulit dan mungkin sedikit belum beruntung kali ini, tapi tetap bersyukur atas hasil ini,” ungkap Afoz usai balapan. 

Untuk sementara Mukhib memuncaki overall dengan total 200 poin, diikuti Andy Yoga dengan 160 dan Hildan Afozma dengan 140 poin. Mohammad Abdul Hakim Jambol di posisi keempat dengan 125 poin, Rendy Varera Sanjaya 110 poin dan pebalap promosi junior Pahraz Salman Alparisi dengan 85 poin.