News Detail

Peraih Juara Indonesia Downhill Di Ternadi Park Bakal Peroleh Poin Internasional

Peraih Juara Indonesia Downhill Di Ternadi Park Bakal Peroleh Poin Internasional

Kabar baik bagi downhiller yang berlaga di Kejuaraan Indonesian Downhill (IDH) 2019 seri 3 di Ternadi Bike Park, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, karena peraih juara akan mendapatkan poin yang dicatat oleh United Cycling International (UCL). Seri balap IDH sudah masuk kalender UCL dan lintasan balapnya juga masuk kategori penilaian.

"Lintasan balap sepeda downhill di Ternadi Park Kudus, Jawa Tengah, ini memiliki tingkat kesulitan trek tinggi atau dikategorikan sebagai C1," kata Director Indonesian Downhill 2019 Parama Nugroho ditemui usai menyaksikan sesi Seeding Run di Ternadi Bike Park.

Kategori lintasan C1 itu, kata dia, memiliki poin cukup tinggi, jadi rider yang berlomba di sini akan mendapat poin yang cukup besar. Poin yang akan diperoleh rider di sini sebesar 60.

Poin tersebut satu level di bawah continental, dengan poin tersebut atlet Tanah Air memiliki peringkat dunia lebih baik.

Lintasan balap di Ternadi Kudus lebih panjang serta cukup laju, kemudian ada rock garden yang cukup panjang. Level kejuaraannya juga sama dengan lintasan di Bromo sama-sama kategori C1.

Sistem penilaian poin pembalap, UCI menilainya memang berdasarkan kategori trek dari setiap seri di IDH. Organisasi tersebut mengelompokkan trek di IDH menjadi tiga kategori, yaitu golongan C1, C2 dan C3.
Untuk C1 berarti tingkat kesulitan trek tinggi, C2 menengah dan C3 tidak terlalu sulit. Pebalap downhill yang menjuarai trek kategori C1 akan mendapat poin UCL, demikian halnya juara kedua dan juara ketiga juga mendapatkan poin.

Manager 76 Rider Rudy Purnomo ditemui usai mendampingi para ridernya mengikuti sesi Seeding Run di Ternadi Bike Park mengakui dengan panjang trek 2,3 kilometer dengan rintangan alam yang sangat ekstrem membuat track Ternadi ini sesuai dengan standar dunia.

Karena pesertanya juga dari Hongkong dan Malaysia, Rudy berharap semua kelas disapu bersih oleh rider Tanah Air. Untuk sementara ini, 10 besar didominasi Indonesia karena pemain Tanah Air sangat menguasai trek, terutama di Ternadi ini.

Tim Dowhiller asing, seperti dari Eropa, Australia, atau Amerika memang diharapkan bisa meramaikan kejuaraan balap sepeda downhill di Indonesia. Beberapa tahun yang lalu di Kudus juga pernah didatangi Downhiller dari Ceko, Jerman, kemudian negara-negara Asia seperti Jepang dan Cina.

Pada kejuaraan tersebut, atlet-atlet Indonesia tercatat bisa mengimbangi rider asal Eropa, bahkan ada yang mengungguli. Rider dari Ceko hanya dapat nomor dua, sedangkan nomor wahid diraih rider Indonesia.