News Detail

Catatan Waktu Downhiller Wanita Masih Kalah Jauh Dengan Downhiller Pria

Catatan Waktu Downhiller Wanita Masih Kalah Jauh Dengan Downhiller Pria

Kejuaraan Indonesian Downhill 2019 seri 3 di Ternadi Bike Park, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang memacu andrenalin tidak hanya didominasi kaum pria, namun kaum wanita juga ikut dalam kejuaraan balap downhill. Tercatat 19 downhiller wanita yang ikut di dalam kejuaraan tersebut dari berbagai daerah di Tanah Air serta dari Malaysia.

Hanya saja, saat Seeding Run catatan waktu terbaik yang berhasil dibukukan dari belasan rider wanita tersebut hanya 4 menit 00.587 detik. Waktu terbaik diciptakan oleh Tiara Andini yang merupakan downhiller dari tim Patrol Mountain yang turun di kelas Women Elite.

Catatan waktu tersebut, tentunya kalah jauh dari downhiller pria yang memiliki catatan terbaik 3 menit 23.836 detik.

Sementara urutan kedua, ditempati downhiller asal tim Puslatda Jatim, Ayu Triya Andriana dengan catatan waktu 4 menit 24.743 detik dan urutan ketiga diraih Nia Vanessa dari Spartan-MS Pahang dengan catatan waktu 4 menit 30.701 detik.

Kondisi berbeda terjadi di kelas Women Open, catatan waktu terbaik justru masih kalah dengan urutan ketiga dari kelas Women Elit. Riska Amelia Agustina dari tim Polygon SRT yang berhasil memperoleh waktu terbaik di kelasnya 4 menit 35.172 detik.

Riska Amelia Agustin ditemui di bascampe-nya mengakui dengan cuaca yang sangat terik mengakibatkan lintasan cenderung masir seperti pasir sehingga sulit mempercepat laju sepeda. Salah sedikit dalam mengantisipasi bisa langsung terjatuh.

Dalam melakukan Seeding Run, dara cantik asal luar jawa itu mengakui berulang kali melakukan kesalahan keluar jalur sehingga tidak bisa mencapai top speed. Catatan waktunya justru menurun dibandingkan raihan tahun sebelumnya pada kejuaraan yang sama di Ternadi Bike Park.
.

Pada babak final, dia bertekad memperbaiki catatan waktunya dengan memberanikan diri menambah speed serta tetap waspada dengan track yang banyak bebatuan alam dan berpotensi mengakibatkan pembalap gagal menuntaskan balapan. Raihan juara satu di seri balap sebelumnya, baik di Wonogiri maupun Bromo harus diulang kembali di Kabupaten Kudus meskipun tantangannya jauh lebih berat.

Downhiller dari tim Puslatda Jatim, Titin Nuroh juga mengamini pernyataan Riska Amelia bahwa karakter track balapan downhill di Ternadi memang tidak mudah ditaklukkan karena banyak bebatuan alam serta lintasan yang sangat curam. Kondisinya diperparah dengan cuaca yang terik yang mengakibatkan tanahnya agak gembur sehingga membuat roda susah berjalan dengan kencang.

Saat Seeding Run roda depan sepedanya, diakui, sempat macet sehingga gagal meraih hasil terbaik karena hanya bisa membukukan waktu 4 menit 43.178 detik. Hasil tersebut menempatkan dirinya pada urutan delapan saat final esok harinya.

Wanita berkulit sawo matang tersebut, tidak akan menyerah dengan hasil Seeding Run dan di partai final akan mengerahkan segala upaya untuk bisa naik podium, sekaligus menambah koleksi poin secara keseluruhan. Hingga kini raihan poin rider asal Jatim itu baru mengoleksi 76 poin atau menempati urutan 10 di kelas Women Open, sedangkan urutan pertama ditempti Riska Amelia Agustina dengan torehan 400 poin.