Urban Night Rasa Downhill, Bagaimana Strategimu

Redaksi - News

Urban Night Rasa Downhill, Bagaimana Strategimu
04 Jul 2017 11:53
943 Hits

Trenggalek, 4 Juli 2017 (IDH). Hutan Kota Trenggalek mulai berbenah untuk menyambut 76 IDH URBAN 2017 Night Race, 7-8 Juli mendatang. Track menantang pun disiapkan tim khusus track builder IDH untuk memberikan sensasi memacu adrenalinebagi semua riders yang ikut serta di seri kali ini. 
 
www.indonesiandownhill.com sempat berbincang dengan salah satu rider senior yang juga ikut mengintip track Hutan Kota Trenggalek, Harjan Hidayat atau disebut Pak Doedoet, ternyata memilih membawa dua jenis sepeda dalam perlombaan akhir pekan nanti. 
 
 
Pilihan sepeda DH dan AM dipilih rider kelas Master D ini untuk melibas malam Trenggalek. Hal tersebut menurut Pak Doedoet bukannya tanpa alasan jelas mengingat track Trenggalek memang dikenal semi downhill. 
 
"Track Trenggalek ini bakal rasa downhill karena memang kita start dari atas bukit yang kemiringannya lumayan. Antisipasi saya kali ini harus bawa dua sepeda DH dan AM, nanti bakal dilihat mana yang paling cocok," ungkapnya. 
 
 
Untuk urusan cuaca, dengan kemungkinan perubahan tiba-tiba dari panas menjadi hujan seperti yang terjadi di Trenggalek tahun 2016 lalu, Pak Doedoet merasa "pede"  tak akan terjadi tahun ini. "Informasi yang saya dapat, sejak pertengahan puasa sampai minggu ini (seminggu jelang lomba) cerah, tidak hujan. Saya rasa akan kering nanti waktu lomba jadi siapkan ban kering saja," lanjutnya yakin.
 
Diakui Pak Doedoet, kejadian tahun lalu terutama di kelas paling senior yang hampir semua rider mengalami hambatan lumpur akibat hujan pada malam sebelum Final Run merupakan peristiwa ekstrim yang sebenarnya sudah diprediksi. "Hanya saja kita tak menyangka bakal seheboh itu dengan lumpur tebal yang membuat sepeda berhenti, tapi tahun ini tidak lah cuaca baik, Insyaallah," pungkasnya. 
 
 
Sementara Track Master IDH, Herry "Lempenk" Susanto sendiri memberikan sedikit bocoran bahwasanya track Hutan Kota Trenggalek bakal berbeda jauh dari tahun lalu. Meski belum merinci detail obstacle dan panjang track, namun Lempenk mengungkap bahwa kali ini peserta bakal merasakan lomba yang benar-benar memacu adrenaline. 
 
"Bocorannya, 50 persen tanah, 40 persen rumah penduduk dan 10 persennya aspal, hanya sekitar 50 meter saja aspalnya. Bakal serasa DH pokoknya, siap-siap dan selamat menaklukkan," terangnya yakin.