Tyo Cahyadi, Kejar Latihan Malam Saat Puasa Demi Overall 3 Besar Elite A

Redaksi - Profiles

Tyo Cahyadi, Kejar Latihan Malam Saat Puasa Demi Overall 3 Besar Elite A
23 May 2018 16:03
356 Hits

Yogyakarta, 23 Mei 2018 - Libur puasa ternyata bukan alasan bagi para pebalap IDH untuk berdiam diri tanpa usaha. Salah satu yang terus bekerja keras saat menjalankan ibadah di Bulan Ramadhan adalah Tyo Cahyadi, rider Polygon Spartan Racing Team yang turun di kelas Men Elite A.

Tyo menyempatkan menceritakan bagaimana menjalani ibadah puasa dengan tetap melakukan program latihan bersama tim. Ternyata, untuk menyiasati khusuk beribadah, Tyo memilih berlatih pada malam hari seusai sholat Tarawih.

Untuk memudahkan latihan, Tyo memilih tinggal di Kota Cirebon bersama tim dan meninggalkan rumah di Majalengka. Sebuah pengorbanan tersebut menurut Tyo tidak akan menjadi sia-sia untuk meraih mimpi berprestasi di dunia downhill.

“Selama puasa, saya bersama tim Spartan ada Khairul Annas  berlatih malam hari usai Sholat Tarawih. Jamnya diubah yang biasanya pagi hingga sore sekarang karena puasa jadi malam hari. Biar latihannya tetap maksimal, tapi ibadah juga berjalan lancar,” ungkapnya ketika berbincang santai Rabu (23/5/2018).



Tak hanya sekedar latihan, berbagai program pun harus dilahap Tyo bersama tim Spartan selama bulan Ramadhan. “Ada sesi up boddy workout, boddy balance hingga ergo bike sprint dan itu dilakukan setiap sesi latihan, cukup melelahkan tapi ada manfaatnya,” sambung pemuda 25 tahun ini.

Tetap berlatih di bulan Ramadhan, Tyo ternyata punya misi pribadi di event 76 Indonesian Downhill 2018. Dua tahun di Men Elite ternyata tak cukup membuat Tyo puas dan berniat mengejar posisi overall 3 besar di akhir seri kelima tahun ini.

“Ini tahun kedua saya di Men Elite A, tahun 2017 kemarin belum maksimal jadi tahun ini akan berusaha sekuat tenaga masuk 3 besar. Latihan terus semaksimal mungkin biar bisa memenuhi target pribadi saya itu. Apalagi di Seri I Bukit Hijau kemarin cuma peringkat 6, jadi harus kerja keras,” ungkapnya lagi.

Keyakinan Tyo untuk bisa meraih overall 3 besar saat ini semakin bertambah setelah ia sempat mengikuti Kejuaraan Asia di Filipina beberapa waktu lalu. Meski gagal meraih prestasi maksimal namun Tyo mendapat pengalaman berharga untuk mendewasakan karier downhillnya.

“Saya belajar balapan mandiri, mengerjakan semuanya sendiri termasuk setting sepeda dan mencari racing line di track. Saya belajar bagaimana bisa dapat good point untuk saya sendiri dan itu menambah keyakinan untuk saya bisa berjuang maksimal di empat seri IDH nanti,” pungkas pebalap kelahiran 29 Juni 1992 ini.

Oke Tyo, senang bisa berbincang dan berbagi pengalaman bersamamu. Semoga bisa terus maksimal di seri tahun 2018 dan ingat, Nyali Aja Nggak Cukup! (FX)