Tim Pamitra EJD Ingin Majukan Downhill Indonesia dan Kebiasaan Berikan Juru Kunci Pada Rider

Redaksi - News

Tim Pamitra EJD Ingin Majukan Downhill Indonesia dan Kebiasaan Berikan Juru Kunci Pada Rider
24 Sep 2015 0:54
1395 Hits

Batu, 24 September 2015 (IDH) Cukup banyak tim yang reguler mengikuti gelaran kejuaraan Indonesian Downhill 76 Kejurnas 2015 di setiap serinya. Namun, ternyata ada satu tim yang tidak pernah absen di sepanjang kompetisi teratas balap ekstrim di Indonesia tersebut.   

Tim itu adalah Pamitra EJD Sidoarjo. Pamitra yang secara resmi terbentuk pada akhir 2013 terhitung sebuah tim yang baru. Namun jangan anggap remeh Pamitra karena rider yang berpartisipasi dalam IDH selalu berjumlah lebih dari 20 rider.

Di seri keempat Indonesian Downhill 76 Kejurnas 2015 Klemuk Batu - Jawa Timur, Pamitra turun dengan 25 rider di mana empat di kelas prestasi dan sisanya menghuni kelas hobby. Jumlah rider tersebut menjadi yang terbanyak dibandingkan dengan tim lainnya.

Nama-nama rider seperti Aan 'Ratboy', Exa Raudina, Agus Bonchu dan Rio Akbar merupakan beberapa langganan podium di kelas prestasi Indonesian Downhill 76. Sementara Mario Lautan, Mbenk Rescue, Benka dan Sugiyarto kerap kali menempati podium di kelas non prestasi.

Namun, apa rahasia tim tersebut yang punya banyak sekali rider dan kerap kali berprestasi di hampir semua kelas yang diikutinya. Danny Prazz (Rachmadany) manajer Pamitra kepada Indonesiandownhill.com mengatakan sengaja mendirikan sebuah tim dengan tujuan kekeluargaan.



Menurut dia, seluruh anggota ingin dibuat senyaman mungkin untuk memunculkan kesadaran berprestasi dengan sendirinya. "Tidak pernah ada paksaan di tim ini, di mana semuanya kami dasarkan pada kesadaran diri sendiri, rider bertanding dan mengevaluasi diri sendiri untuk lebih maju lagi," ungkapnya.

Bagi tim yang secara reguler berlatih di Pacet dan Batu ini, capaian dari keempat atlet yang turun di kelas prestasi merupakan hal utama sementara seluruh rider di kelas non prestasi merupakan penunjang saja. "Fokusnya memang pada empat atlet prestasi yang kami miliki, namun kembali lagi bahwa tak ada tuntutan untuk selalu juara agar atlet tidak tertekan," imbuhnya tersenyum.

Tidak ada tekanan bagi rider Pamitra tak begitu saja bukan berarti tanpa sanksi sosial. Bagi rider kelas non prestasi yang mencatatkan waktu paling lambat, sebuah replika kunci berukuran besar berwarna emas yang menyimbolkan 'juru kunci'.

"Nah disitulah keguyuban kami untuk memberikan rider yang catatan waktunya paling lambat di antara kami semua. Melalui adanya kunci itu, teman-teman bisa semakin termotivasi untuk berlomba mencatat waktu tercepat," imbuh Danny.

Pamitra pun mengungkapkan apresiasinya pada Indonesian Downhill 76 yang menyuguhkan kompetisi resmi di bawah UCI. "Jujur atlet kami jadi lebih greget dalam berlomba dan itu bagus untuk downhill Indonesia, semoga kedepan banyak lagi rider asing agar prestasi kita semakin baik," pungkasnya.

Di seri keempat Bukit Klemuk Batu ini, 7 podium berhasil diraih oleh rider-rider Pamitra. Nah, semangat lagi Pamitra EJD Team Sidoarjo kami tunggu prestasimu selanjutnya..