Ternyata Ini Rahasia Ateng Jadi Spesialis “Wet Race”

Redaksi - Profiles

Ternyata Ini Rahasia Ateng Jadi Spesialis “Wet Race”
13 May 2018 14:28
444 Hits

Yogyakarta, Mulyadi “Ateng” B Boy, rider Gopad DH Team keluar sebagai juara di kelas Men Elite 76 Indonesian Downhill 2018 Seri I Bukit Hijau Bikepark Karangtengah Imogiri Bantul. Saat race berlangsung di Men Elite, hujan deras yang mengguyur Bantul menjadikan track begitu sulit dilalui karena lumpur tanah mulai terangkat naik.

Seluruh pebalap yang turun mengalami kesulitan dan bahkan terjatuh tak hanya sekali sehingga waktu tak lagi bisa saling berkejar. Atenglah yang ternyata mampu keluar dari tekanan track dan berhasil menjadi pebalap tercepat sekaligus menjadi juara seri I IDH.

Banyak yang kemudian bertanya-tanya, apa resep Ateng bisa menaklukkan track yang begitu sulit. Apalagi, pecinta downhill tanah air seakan di bawa kembali ke track Salatiga dua tahun lalu saat Ateng juga berhasil mengatasi lumpur di sepanjang lintasan dan keluar sebagai juara.

indonesiandownhill.com pun berusaha mencari tahu rahasia Ateng melibas track basah yang mungkin tak disukai pebalap lain. Ternyata, salah satu penyebabnya karena Ateng berasal dari Kota Hujan Bogor di mana hampir setiap berlatih ia bertemu dengan hujan.



“Saya terbiasa berlatih di Bogor yang curah hujannya tinggi. Sering bertemu track yang becek dan berlumpur, jadi ketika lomba wet race sudah biasa,” ungkap Ateng tersenyum.

Kepada indonesiandownhill.com, Atenf juga sempat membagikan pengalaman sekaligus tips menjalani perlombaan dalam kondisi hujan. Bagi dia, membalap di saat hujan dan kondisi track basah dengan lumpur terangkat memiliki banyak godaan melebihi perempuan cantik yang hampir selalu ada di paddock Gopad.

“Membalap saat kondisi hujan dan basah itu godaannya banyak, bukan cewek seksi lho ya, tapi fokus menahan diri agar tidak jatuh. Racing line biasanya sudah tidak lagi berlaku dan kita harus mengikuti saja ke mana arah sepedanya, tinggal kita handling sesuaikan saja,” sambungnya.

Kini, setelah menjadi juara seri pertama di tahun 2018, harapan Ateng pun meninggi seiring performanya yang mengalami peningkatan. Keinginan menjadi juara overall pun diusung pebalap satu ini.

“Tahun lalu Ateng merasa belum konsisten di setiap seri, jadi targetnya tahun ini (2018) bisa konsisten di lima seri dan bisa dapat overall. Juara pertama di Seri I jadi modal buat saya, mudah-mudahan bisa lanjut trend positifnya,” pungkas Ateng.

Oke, teng tetap semangat dan berusaha kejar harapanmu di tahun 2018. Ingat, Nyali Aja Nggak Cukup! (FX)