Spartan, Tim Pesisir yang Kini Punya Rider Papan Atas

Redaksi - Profiles

Spartan, Tim Pesisir yang Kini Punya Rider Papan Atas
02 Jun 2017 9:02
1571 Hits

Cirebon, 2 June 2017 (IDH). Berkandang di sisi utara Pulau Jawa tepatnya di Kota Cirebon yang tak punya gunung ternyata tak menyurutkan semangat Spartan Racing Team untuk serius mengembangkan dunia downhill tanah air. Terbentuk tepat di tahun 2014 lalu dan hanya memiliki dua pembalap, Spartan kini berkembang pesat dan memiliki total 10 pembalap papan atas yang tak pernah absen dalam gelaran seri 76 Indonesian Downhill maupun 76 IDH URBAN.

Arief Yudi Susanto, manajer yang juga pendiri Spartan Racing Team menceritakan awal mula didirikannya tim tersebut sebenarnya terjadi begitu saja tanpa banyak rencana. Kesulitan mencarikan tim untuk sang anak, Bima Fikri Aldira di daerah pesisir kemudian membuat tekad Arief membulat untuk mendeklarasikan tim yang akhirnya diberi nama Spartan Racing Team.

Usut punya usut ternyata nama Spartan memiliki kisah unik yang sebenarnya tak biasa. Bukan dari sejarah nama atau singkatan seperti lazimnya tim lain, nama Spartan ternyata memiliki kisah yang tak bakal dilupakan Arief.

"Saya mencari nama tim yang pas, ketemulah nama Spartan yang sebenarnya juga ada cerita unik di belakangnya. Saat sedang mencari nama tim, saya dan salah satu club sepeda gowes tur di gunung Ciremai, kami mencari tantangan baru tapi nahas sepeda dan orang terpisah, saya kesasar mendaki puluhan kilometer sampai udara dingin menjadi tidak dingin. Ketika itu saya buka kaos bawa tongkat akhirnya ketemu dengan teman-teman dan ada yang meneriakkan Spartan!!! akhirnya saya pakai nama itu karena terkenang sekali di hati," ungkapnya tersenyum.

Kecintaan Arief pada olahraga downhill nyatanya terus bertambah setelah resmi membentuk tim. Kejuaraan Indonesian Downhill menjadi satu event yang tak pernah dilewatkan dari tahun ke tahun hingga akhirnya tim Spartan terus berkembang dan punya 10 riders papan atas tanah air.



"Saya melihat banyak sekali anak muda yang mau bekerja keras meraih juara tapi terhalang banyak hal seperti latar belakang keluarga yang berbeda. Saya bertekad untuk ikut mendukung mereka dengan misi menjadikan rider handal di lintasan dan kehidupan sehari-hari," imbuhnya.

Sepuluh riders tercatat menjadi bagian dari Spartan Racing Team seperti Afrizal Brasco dan Tyo Cahyadi di Men Elite A. Yoga Nugraha dan Wahyu Purnama di Men Elite B.  Khairul Annas di Men Sport A, Agung Prio Apriliano di Men Junior, Bima Fikri Aldira di Men Youth, Tiara Citra Azzahra di Women Open, Chrisdian "Killim" Mardianto di Men Expert A dan langganan juara Master D Suwarno aka Om Noliex.

Arief mengisahkan, di Spartan seluruh riders harus memiliki attitude baik yang dirasa menjadi pembentuk mental sebagai calon juara. "Di tim kami ada anak seorang pemilik usaha batik Cirebon Khairul Annas, ini tahun kedua dia bersama kami, step-by-step terlihat peningkatanya dengan tidak meninggalkan disiplin mental dan attitudenya, itu keberhasilan luar biasa menurut saya," lanjutnya lagi.

Ketika ditanya target apa yang ingin dicapai Spartan Racing Team kedepan, dengan bijaksana Arief mengungkap tak ingin muluk menarget setiap rider harus menjadi juara di kelasnya. Ia mencontohkan kiprah Tyo Cahyadi yang memulai dari nol karena tak punya basic balap sepeda.

"Paling penting itu semua proses harus baik dan benar, kami tidak gila gelar. Satu contoh Tyo yang memulai dari nol kini bisa di Men Elite A, step-by-step nya dilewati dan bisa sejauh ini adalah hal luar biasa bagi Spartan," pungkas Arief mengakhiri wawancara bersama indonesiandownhill.com.

Semoga Spartan Racing Team terus menjadi salah satu sinar di dunia downhill tanah air dan ikut memajukan olahraga ini. Train hard  and race smart, Spartan !!!