Risa Suseaty, Masih Baper Saat Jadi Commisaire Kejuaraan Downhill

Redaksi - Profiles

Risa Suseaty, Masih Baper Saat Jadi Commisaire Kejuaraan Downhill
31 Aug 2017 20:10
1024 Hits

Yogyakarta 26 Agustus 2017 - Tidak ada pihak yang meragukan bagaimana kecintaan Ratu Downhill Indonesia, Risa Suseaty terhadap dunia balap sepeda. Berbagai torehan prestasi telah dipersembahkan untuk negara Indonesia selama berkarier di dunia downhill.

Beberapa waktu terakhir, Teh Risa begitu ia akrab di sapa seolah menghilang dari dunia balap sepeda. Kesibukan mengurus anak yang mulai aktif dan domisili yang berpindah ke Belgia tampaknya menjadi alasan utama pebalap tersebut jarang terlihat di berbagai event balap MTB di Indonesia belakangan ini.

Namun, tiba-tiba semua mata dikejutkan dengan kemunculan Risa Suseaty di 76 Indonesian Downhill 2017 Series 3 Ternadi Kudus 19-20 Agustus lalu. Lebih mengejutkan lagi, kali ini Risa tak memakai helm memacu sepeda downhill menuruni track Ternadi, namun ia mengenakan jersey biru putih bertuliskan Commisaire di punggung.



Menjawab rasa penasaran, indonesiandownhill.com berkesempatan berbincang santai dengan Risa di sela kesibukannya mengurus pembangunan rumah barunya di Sentul Bogor Jawa Barat. Risa pun menceritakan tahapan kehidupan yang saat ini dijalani yakni menjadi Commisaire di bawah PB ISSI.

Ternyata sejak akhir tahun 2016, Risa resmi mendapat predikat Commisare setelah menyelesaikan kursus lisensi dari PB ISSI. Tak main-main bahkan, Risa menjadi lulusan terbaik dari total 40-an kandidat yang mendaftar saat itu.

"Saya dapat undangan dari PB ISSI untuk ikut course (kursus) Commisaire dan setelah mempertimbangkan banyak hal akhirnya ikut. Saat itu berhasil jadi lulusan terbaik dengan nilai tertinggi dan mulai mendapat tugas, salah satunya di Ternadi Kudus kemarin," ungkap Risa.

Meski terpaksa menerima kenyataan tak menyenangkan karena harus berpisah sementara dengan anak dan suami yang berada di Belgia, namun Risa tetap serius menjalankan pekerjaan barunya sebagai Commisaire Balap Sepeda. "Mungkin ini bentuk kecintaan saya untuk balap sepeda, saat ini bisanya jadi Commisaire ya dilaksanakan dengan setulus hati," imbuhnya tersenyum.

Menjadi Commisare terlebih untuk kejuaraan downhill diakui Risa bukanlah hal mudah untuknya. Betapa tidak, hampir seluruh hidupnya selama ini dihabiskan di belakang handlebar yang sebenarnya juga masih terus ingin dilakukan saat ini.

"Baper (bawa perasaan) banget saat jadi commisaire di downhill, rasanya ingin ikut balapan karena merasa masih mampu. Perang batin banget seperti kemarin di Ternadi Kudus, makannya itu juga sebenarnya saya lebih memilih jadi Commisaire Roadbike," kisahnya.

Bagi Risa sendiri, dunia downhill tak akan pernah bisa lepas dari hidupnya hingga kapanpun juga. Kini, selepas tak lagi bermain untuk Merah Putih, Risa berharap pebalap muda Indonesia bisa meraih prestasi maksimal di Asian Games 2018 mendatang.

"Saya percaya anak-anak muda kita bisa berhasil di Asian Games asalkan serius dan fokus dalam berlatih. Saya yakin olahraga downhill Indonesia semakin berkembang karena sudah semakin banyak kejuaraan reguler yang bahkan punya kategori C1 UCI. Semoga juga pebalap dan tim manajemen bisa semakin baik lagi kedepan," ungkapnya.