PON XIX Penuh Drama Menegangkan di Men Elite

Redaksi - News

PON XIX Penuh Drama Menegangkan di Men Elite
20 Sep 2016 20:55
2110 Hits

Bandung - 20 September 2016 (IDH), Perebutan medali dalam kategori Downhill dari cabang olah raga balap sepeda pada PON XIX berlangsung penuh dengan drama menegangkan. Hujan yang turun menambah ketegangan seluruh kontingen yang berlaga. Strategi jitu menjadi kunci utama untuk mempersembahkan medali, seperti yang dilakukan oleh Popo Ario Sejati dari Jawa Timur. Hasilnya medali emas berhasil direbutnya untuk kelas Men Elite.

Dalam Seeding Run, Popo Ario Sejati harus rela berada diurutan ke 10 karena terjatuh pada satu section di lintasan yang memiliki panjang 3,5 kilometer ini. Popo dengan strategi jitu yaitu menggunakan sepeda jenis All-Mountain (AM), berhasil memperbaiki catatan waktunya pada babak Final. Mampu meraih 5 menit 55, 935 detik membuat jarak yang cukup jauh dari pesaing terdekatnya.

Perjuangan Popo cukup berat saat menjalani Final Run, kabel shifter untuk pemindah gear putus saat baru lepas dari garis Start, alhasil rantai tidak dapat berpindah. Namun dengan optimis dirinya mampu mempersembahkan medali emas bagi kontingen Jawa Timur. "Saya sangat optimis untuk meraih medali tapi saat RD (rear derailleur) tak bisa pindah saya langsung mengontrol kecepatan agar bisa melalui tanjakan atau tikungan yang patah,"ungkap Popo Ario Sejati

Sedangkan medali perak berhasil direbut oleh Khoiful Mukhib yang mewakili kontingen Jawa Tengah. Mukhib pun mengalami nasib sial pada Seeding Run hingga harus Finish tercepat kesembilan dari 18 peserta yang mewakili 13 provinsi di Indonesia. Mukhib lebih lambat 5, 396 detik dibanding Popo.

Medali perunggu jatuh ke tangan Nurhidayat dari Jawa Barat. Kemenangan Nurhidayat tentu cukup mengejutkan tetapi terbukti jelas bahwa kemampuan dan persaingan dalam kasta Men Elite cukup ketat. Siapapun memiliki peluang yang sama dalam meraih hasil maksimal.

Sedangkan pemuncak pada Seeding Run, Bagus Budi Setyawan dari Yogyakarta akhirnya keurutan terakhir dengan catatan waktu 8 menit 07,533 detik. Catatan waktu yang melorot jauh dari Seeding Run disebabkan stem berbahan karbon pecah sehingga stang sepedanya terlepas! Namun dalam keadaan tanpa kemudi, Bagus Budi a.k.a Khentus tetap mampu melalui garis Finish dengan mengendarai sepedanya. Luar biasa!

Indonesian Downhill mengucapkan selamat untuk seluruh pembalap dan kontingen yang berhasil meraih medali dalam PON XIX Jawa Barat.