Persaingan Downhiller Gaek di Tiga Kelas Berbeda Indonesian Downhill 76 Kejurnas 2015

Redaksi - News

Persaingan Downhiller Gaek di Tiga Kelas Berbeda Indonesian Downhill 76 Kejurnas 2015
24 Apr 2015 23:03
617 Hits

Usia boleh lebih dari 40 tahun tapi semangat juang para downhiller gaek yang turun di tiga kelas berbeda, Master C, Grand Master dan Veteran; tidak perlu diragukan. Mereka mampu membuktikan diri tidak kalah dengan juniornya.

Mereka pun tetap mampu memanaskan persaingan pada setiap kelas yang diikuti  dengan menggunakan lintasan yang sama dengan kelas lainnya pada Indonesian Downhill 76 Kejurnas 2015 pada 17-19 April 2015 lalu.

Bisa dikatakan sebagian dari mereka memiliki tim downhill yang juga mengikuti setiap kejuaraan downhill di Indonesia. Sehingga tak bisa dipungkiri, peran aktif mereka turut menentukan perkembangan olah raga downhill di Indonesia.

Veteran
Dengan usia 50 tahun ke atas, peserta pada kelas Veteran memang tidak sebanyak dengan kelas Master C maupun Grand Master. Hal ini disebabkan minimnya pesepeda yang bernyali untuk melibas track downhill di Sarangan, Magetan, Jawa Timur.

Sebagai kelas pembuka yang diikuti 7 (tujuh) pembalap, menghasilkan Nolix Suwarno sebagai juara pada babak final dengan catatan waktu 4 menit 6,069 detik. Sebelumnya, pada seeding run Nolix hanya berada di peringkat ketiga setelah terjatuh setelah garis start.

M. Teguh Roziadi yang sempat memimpin pada seeding run, akhirnya harus tergeser ke posisi kedua dengan selisih waktu 2,989 detik lebih lambat dari Nolix. Posisi ketiga ditempati oleh Bambang Sutadi.


Grand Master
Kelas Grand Master diikuti 15 (lima belas) pembalap dengan rentang usia 45-49 tahun. Dalam seeding run, Fransciscus Abraham yang menempati posisi tercepat keenam, mengubah posisinya menjadi yang tercepat pada babak final dengan catatan waktu 3 menit 52,137 detik.

“Saya Sempat terjatuh dua kali pada seeding sehingga tidak mampu memaksimalkan kecepatan”, ujar Abraham

Juara kedua dan ketiga tidak berbeda dengan hasil seeding run ditempati oleh Edy Haryono dan diikuti Saiful Hidayat. Edi Haryono mencatatkan waktu 3 menit 56, 473 detik sedang Saiful Hidayat lebih lambat 6,676 detik.

Master C
Persaingan juara pun tidak kalah sengit pada kelas yang diikuti 17 (tujuh belas) pembalap dengan usia 40-44 tahun. Pada kelas ini Akhmad Supriyadi berhasil mencatat waktu tercepat 3 menit 43,088 detik. Lebih cepat 6, 687 detik dari pesaing terdekatnya Abdul Ghofar Ismail yang menempati posisi kedua. Posisi ketiga ditempati Bonny Arya Sadewa dengan waktu 3 menit 53,815 detik. 

Kemenangan Akhmad diperoleh setelah mampu memaksimalkan pedallingnya “Saya memaksimalkan pedalling setelah melalui section rock garden sehingga mampu memangkas waktu dari seeding run”.