Nining Tak Terbendung di Women Elite

Redaksi - News

Nining Tak Terbendung di Women Elite
22 Aug 2015 21:35
552 Hits

Tidak adanya nama rider Exa Raudina Khoiroti di barisan peserta Women Elite Indonesian Downhill 76 Kejurnas Seri 3 Kajen Pekalongan ternyata membuat Nining Purwaningsih tak terbendung. Benar saja, dari tiga rider yang ikut dalam kelas tersebut nama Nining menempati peringkat pertama di sesi Seeding Run.

Nining yang tampil bersama Timilikithi Semarang mampu mencatat waktu tercepat dengan torehan 2 menit 58,277 detik. Nining yang pada gelaran sebelumnya memiliki pesaing sepadan kali ini tampak lebih mudah melibas track Kajen Pekalongan.

"Sebenarnya saya tidak mempermasalahkan apakah ada Exa atau lawan siapapun, karena yang terpenting saya fokus pada diri saya dan berusaha meraih waktu terbaik," ungkapnya singkat.

Exa sendiri terpaksa absen di Indonesian Downhill 76 Kejurnas Seri 3 ini lantaran minggu lalu baru saja selesai bertanding di kejuaraan Asia di Malaysia. Tak hanya absennya Exa saja yang mwmbuat Nining berada di atas angin pasalnya salah satu rider berprestasi lain yakni Fitriyanti Riyanti asal Malang pun absen tatkala juga mengalami kelelahan usai mengikuti kejuaraan Asia.

Praktis di kelas Women Elite Nining hanya memiliki dua pesaing yakni Tiara Andini Prastika dan Lailatulsaddah yang merupakan pendatang baru di dunia downhill. Keduanya mencatatkan waktu masing-masing 3 menit 02,117 detik dan 3 menit 31,138 detik.

Sementara itu di kelas Women Open empat rider bersaing dalam sesi Seeding Run di kualifikasi siang tadi. Dita Widiana dari HM Putra Team Kendal menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 3 menit 35,947 detik.

Dibawahnya ada Ratu Amelia dari JOY DH Project OC Charm dengan catatan waktu 3 menit 40, 461 detik yang disusul oleh Suangsih dari KJ Kuningan dengan waktu 3 menit 40,610 detik. Di kelas Women Open tersebut sebenarnya persaingan berjalan dengan cukup ketat karena rider-rider wanita muda tersebut memiliki potensi yang luar biasa, namun masih minimnya keikutsertaan peserta lain membuat perlombaan terkesan hanya sebagai pelengkap saja.

"Harapannya memang kedepan bisa semakin banyak rider perempuan yang ikut ambil bagian dalam kejuaraan IDH ini tentu saja agar Indonesia punya lebih banyak opsi pilihan atlet yang bisa diambil ketika akan berlaga di kejuaraan internasional," ungkap founder Indonesian Downhill, Parama Nugroho.