Killim, Si Rider Jangkung Ini Ingin Puncaki Master Expert IDH 2016

Redaksi - Profiles

Killim, Si Rider Jangkung Ini Ingin Puncaki Master Expert IDH 2016
06 Mar 2016 19:59
843 Hits



Batu, 6 Maret 2016 (IDH) Chrisdian Mardianto aka Killim menjadi salah satu rider yang cukup bersinar di kategori Master Expert di seri tahun 2015 lalu. Meskipun hanya menempati peringkat ketiga overall, namun Killim menjadi salah satu rider yang cukup stabil selama satu tahun penyelenggaraan seri Indonesian Downhill 76.

Kepada indonesiandownhill.com Killim menceritakan kisah nya di arena kejuaraan Indonesian Downhill tahun silam, "saya sempat absen satu kalitahun 2015 lalu, jadi hanya bisa dapat peringkat 3 overall. Nah di tahun 2016 target saya bisa menyodok jadi peringkat pertama," ungkap rider asli Batu - Jawa Timur yang mulai menggeluti olahraga Downhill sejak tahun 2004.

Latihan rutin terus dilakukan pria yang kesehariannya menjadi tour guide wisata Bromo ini, di bukit Paralayang, Songgoriti. "Pokoknya sesering mungkin latihan, bagaimanapun mengasah teknik itu penting sekali," imbuhnya.

Killim sendiri sebelumnya tak memiliki basic bersepeda. Namun, ketertarikan pada pandangan pertama menjadikannya menekuni olahraga downhill hingga sekarang.

"Dulu orang bilang saya itu modal nekat, tak punya teknik apapun yang penting nyali berani. Tapi entah kenapa hati saya merasa cocok, mungkin ini yang dikatakan jatuh cinta," kelakar rider RideMoreAsia-45 Garage-Milkme-Rodajaya-Bali-Holycow-FeanaMotor ini.

Prestasi Killim sendiri tergolong cukup lumayan selama berkarier di downhill. 2008-2010 merupakan taun keemasan saat berada di kelas Men Expert.

Saat ini Killim menempati kelas Master Expert bersama para riders senior ex-Elite. "Di sini sepertinya persaingan cocok untuk saya di usia yang sudah 31 tahun," imbuh pria kelahiran 28 Maret 1984 ini.

Rider jangkung ini sempat menyampaikan masukannya bagi Indonesian Downhill. Harapan semakin banyak seri di tahun 2016 nanti dan penambahan kualitas trek menjadi dua hal utama menurutnya untuk membuat kompetisi Downhill terbaik Indonesia ini semakin kompetitif.

"Yang penting kelas hobi tetap bisa menikmati race juga. Pokoknya yang terbaik untuk Indonesian Downhill," pungkas Killim.