Khoiful Mukhib Makin Cepat di Men Elite A

Redaksi - News

Khoiful Mukhib Makin Cepat di Men Elite A
13 Nov 2016 20:48
1137 Hits

Kudus - 13 November 2016, Sebagai kelas yang paling bergengsi dengan pembalap andalan Indonesia dalam 76 Indonesian Downhill 2016 Ternadi, Kudus - Jawa Tengah, Khoiful Mukhib dari 76 Team masih terlalu powerful bagi pesaingnya di lintasan IDH Bike Park - Ternadi. 

 

 

Tidak ada pembalap yang mampu mengalahkan catatan waktu Mukhib, bahkan termasuk hasil yang diraih dalam Seeding Run. Jika di Seeding Run, Mukhib berhasil meraih waktu 3 menit 05, 877 detik dan ketika babak final mampu diperbaiki menjadi 3 menit 04, 118 detik sehingga tidak ada satu pun yang menyainginya.

 

 

Kemenangan Mukhib juga membawa dirinya sebagai penguasa kelas Men Elite A dengan total poin mencapai 816. Tetapi Mukhib masih belum merasa puas dari hasil ini, "Saya push pedaling di atas karena memang masih memungkinkan mengejar waktu, saya berusaha menambah kecepatan untuk memperbaiki waktu seeding kemarin," ungkapnya

 

Berbeda dengan pembalap lainnya yang menyukai lintasan kering, ternyata dianggap Mukhib  sedikit lebih licin dan kalau tidak berhati-hati bisa menjadi jebakan. "Hari ini lebih sulit daripada seeding kemarin. Tanahnya lebih kering malah membuat semakin licin jadi memang jadi tantangan tersendiri," ungkapnya.

 

 

Juara kedua pun berhasil diraih Dedik Handika dari tim Garuda-RMA dengan waktu 3 menit 7, 483 detik. Dedik merupakan pendatang baru di kelas Men Elite A, tetapi dengan kemampuan dan mentalnya berhasil membuktikan dirinya layak menjadi juara umum kedua dengan poin 653.

 

Popo Ario Sejati dari Prima Patrol Mountain-FJC harus puas meraih tempat ketiga. Popo berhasil memperbaiki peringkatnya dari hasil Seeding Run karena ban belakangnya pecah. Untuk babak final, Popo meraih waktu 3 menit 7, 715 detik dan membuatnya harus puas diurutan kelima dari klasemen Men Elite A.

 

 

Podium keempat dari Men Eite A berhasil dikuasai oleh Mohammad Abdul Hakim setelah mencatatkan waktu 3 menit 11, 083 detik. Abdul Hakim a.k.a Jambol sebenarnya berhasil menjadi yang tercepat kedua pada Seeding Run tetapi catatan waktu di final tidak berhasil membuatnya bertahan di posisi tersebut.

 

Hildan Afosma Katana yang mengusung bendera Prima Adrenaline World Racing berhasil memperbaiki catatan waktunya menjadi 3 menit 12, 524 detik dan sekaligus membawanya meraih podium ke lima. Dan keberhasilan Afos membawanya meraih peringkat ketiga dalam klasemen Juara Umum kelas Men Elite A.