Khoiful Mukhib Kuasai Podium Men Elite A

Redaksi - News

Khoiful Mukhib Kuasai Podium Men Elite A
11 Apr 2016 0:33
1069 Hits

Umbul Sidomukti - 10 April 2016, Memang persaingan kelas paling bergengsi dalam kejuaraan 76 Indonesian Downhill adalah kelas Men Elite A, Terlebih dengan ikut sertanya empat pembalap dari Pelatnas Prima. Bukan sekedar mengejar gelar juara mereka pun juga ingin menjaga gengsi sebagai atlet yang mewakili Indonesia dalam kancah international.

 

 

Mungkin bukan yang mengejutkan jika Khoiful Mukhib (Prima 76 Team) kembali menjuarai kelas Men Elite A dalam kejuaraan 76 Indonesian Downhill seri perdana karena track record Mukhib juga pernah menjadi juara di track Umbul Sidomukti pada tahun lalu. Mukhib yang tahun ini pertama kali masuk dalam skuad Pelatnas Prima berhasil mencatatkan 2 menit 13, 999 detik. Berbeda dari hasil Seeding Run yang hanya meraih waktu 2 menit 31, 831 detik.

 

 

"Di Seeding Run saya sempat terjatuh, namun saya berhasil memperbaiki waktu di babak final dengan memilih jalur yang sedikit berbeda. Untuk setting sepeda, saya menggunakan ban untuk medan kering dengan suspensi yang diatur lebih keras,"ujar Khoiful Mukhib.

 

 

Selain Khoiful Mukhib, tiga rekannya yaitu Popo Ario Sejati (Prima Patrol Mountain - FJC), Hildan Afos Katana (Prima Adrenaline World Racing) dan Yavento Ditra Pranata (Polygon Factory Team Prima) juga masuk dalam lima besar untuk kelas Men Elite.

 

 

Popo Ario Sejati yang sempat memimpin dalam hasil Seeding Run, akhirnya harus puas untuk berada diperingkay kedua. Popo hanya lebih lambat 1, 477 detik dari Mukhib. "Saya sempat hampir tergelincir dalam babak final sehingga harus kehilangan waktu," ungkap Popo Ario Sejati. 

 

Sedangkan Hildan Afos Katana dan Yavento Ditra Pranata harus berbagi tempat untuk peringkat keempat maupun kelima. 

 

 

Kejutan justru terjadi pada Dedik Handika (Garuda/RMA/Patrol/Gun2Bike) yang mampu meraih juara ketiga. Keberhasilan ini memang mengejutkan para seniornya, bahkan Dedik juga sempat tidak percaya diri untuk bersaing dalam kelas Men Elite A karena ini tahun pertama baginya. "Awalnya sangat grogi, namun jika sudah melalui garis start semuanya langsung berubah. Fokus dan bermain tanpa beban jadi kunci keberhasilan saya." jelas Dedik yang tahun ini hanya menargetkan masuk dalam tujuh besar Men Elite A.