Deyna Rizky, Ridho Ortu dan Berkah Nyasar di Gresik

Redaksi - Profiles

Deyna Rizky, Ridho Ortu dan Berkah Nyasar di Gresik
13 Dec 2016 14:44
2006 Hits

Rasa cinta terhadap suatu hal sering kali muncul tanpa di sengaja dan juga dalam waktu yang tak terduga. Tampaknya ungkapan ini sangat pas disematkan dalam kisah Deyna Rizky Ramadhan, downhill rider yang mencetak prestasi dan berhasil keluar menjadi juara overall Men Sport A di gelaran 76 Indonesian Downhill  2016 ini. 

Betapa tidak, rasa cintanya pada dunia downhill bermula dengan ketidak sengajaan saat ia bersepeda ke bukit di kawasan Gresik, Jawa Timur, pada tahun 2010 lalu. Saat itu, Deyna tidak sengaja bertemu dengan komunitas yang memiliki hobi bersepeda downhill dan di sanalah rasa cinta pada  olahraga bersepeda extreme downhill mulai bersemi.

"Saat itu tahun 2010, saya hanya suka gowes keliling kota, eh pas nyasar sepedaan sampai atas bukit ketemu teman-teman downhill. Ya sudah akhirnya ikutan dan latihan terus dari saat itu," ungkapnya pada indonesiandownhill.com.



Tidak disangka, perjalanan karir Deyna di dunia downhill mulai melaju kencang bak seorang downhiller melahap track, terutama setelah memutuskan untuk mengikuti kejuaran Indonesian Downhill dan turun berlaga di kelas Men Youth tahun itu.  Bakat Deyna pun semakin terasah dari tahun ke tahun dan puncaknya pada seri terakhir gelaran Indonesian Downhill dimana Deyna berhasil meraih podium dan juara overall di kelas nya yang secara otomatis nanti nya akan naik kelas ke Men Elite Bpada 2017 mendatang.

"Alhamdulillah, karena latihan keras sehingga di 2016 ini bisa jadi juara overall di Men Sport A dan dapat dua kali juara pertama di Klemuk dan Ternadi Kudus, tahun depan naik ke Men Elite B. Senang tapi juga semakin deg-degan karena lawannya tambah berat," ungkap nya dengan polos.

Tak heran pula Pamitra EJD Team yang notabene tim besar Jawa Timur mulai melirik dan memutuskan merekrut rider 19 tahun untuk bisa berseragam kuning hijau di seri tahun 2017 mendatang. "Tahun depan sudah pasti bersama Pamitra, semoga lebih bisa berprestasi," imbuh pembalap  yang dikenal lincah di atas sepeda ini.



Namun demikian, segudang prestasi dan kemajuan karier downhill tak berarti apapun jika bukan karena dukungan orang tua terutama sang ayah, Deny Hariyanto. Di setiap seri, ayah Deyna ini selalu mengantarkan dan setia berdiri di garis Finish saat Deyna bertanding.

"Melihat senyum ayah saat sampai di finish itu rasanya luar biasa, ridhonya terasa saat Final Run. Tanpa dukungan orangtua saya mungkin tak akan sampai seperti saat ini di downhill," pungkasnya.

Kini, Deyna terus berlatih di sela kesibukan kuliahnya di kota satelit, Surabaya untuk mewujudkan posisi tiga besar di Men Elite B tahun 2017. Tetap semangat Deyna, see you soon at the next season!