Dela Andika Tri Pamungkas, Dari Drag Race Jatuh Cinta Downhill

Redaksi - Profiles

Dela Andika Tri Pamungkas, Dari Drag Race Jatuh Cinta Downhill
14 Jul 2017 9:22
1117 Hits

Trenggalek, 14 Juli 2017 (IDH). Nama Dela Andika Tri Pamungkas, rider downhill Indonesia yang turun di kelas Women Elite mungkin sudah mulai dikenal di kalangan pecinta downhill tanah air. Namun siapa sangka, gadis manis berhijab ini memiliki masa lalu yang mengagetkan karena ternyata dulunya ia adalah pembalap drag race yang garang di lintasan aspal lurus.

Kepada indonesiandownhill.com saat berbincang santai, Dela mengaku baru mengenal downhill sejak tahun 2013 setelah mendapatkan ajakan dari rekannya. Barulah, setelah itu ia rutin latihan dan bergabung dengan tim XTR hingga saat ini.

"Tahun 2013 itu saya dikenalkan DH sama teman, akhirnya malah jatuh cinta. Saya merasa lebih nyaman main sepeda khususnya downhill," ungkap gadis yang kini kuliah di Unesa Surabaya ini.

Perasaan cintanya pada downhill ini bahkan diibaratkan Dela sebagai sebuah filosofi hidup. Begitu antusiasnya Dela melibas track diibaratkan sebagai tantangan hidup yang harus segera diurai.

"Ibaratnya, downhill itu seperti filosofi hidup yang penuh tantangan di mana kita harus berusaha sampai finish secepat mungkin. Mengurai tantangan di DH track dengan strategi tentunya," imbuhnya tersenyum.

Tapi, saat perbincangan mulai mengarah ke masa sebelum Dela jatuh cinta pada downhill maka sampailah pada fakta menarik dalam perjalanan hidup gadis kelahiran 12 Desember 1997 ini. Betapa tidak, ternyata gadis satu ini sebelumnya merupakan Drag Bike Rider yang bahkan sudah ditekuninya sejak masa sekolah di SMP.

"Sejak SMP Dela sering balap liar karena ngikut teman-teman gitu tapi sembunyi-sembunyi, saat itu ayah sama ibu belum tahu. Terus akhirnya Dela jatuh dan tangan patah, saat itulah ayah sama ibu tahu. Nah, setelah operasi ayah sama ibu baru ngasih ijin tapi harus resmi balapnya (ga boleh ikut balap liar lagi) dan saat itu saya senang sekali," kenangnya bahagia.

Berbagai kejuaraan diikuti namun ternyata masih ada ruang di relung jiwa yang tak juga merasa terisi. "Itu tadi dikenalin sama downhill dan ternyata nyaman jadi terus sampai sekarang ikut balapan downhill," imbuhnya.



Saat ini setelah menemukan cinta pada dunia downhill, Dela praktis sudah meninggalkan balap motor yang sebelumnya hampir setiap waktu menemani hari-harinya. Puteri pasangan Sugeng Prihadi dan Katiyah ini pun serius berlatih downhill di sela kesibukan kuliahnya.

Hal itu pula yang membuat prestasi Dela perlahan menaik hingga bisa masuk jajaran rider papan atas Indonesia di kelas Women Elite. Teranyar, ia menyabet posisi ketiga 76 IDH URBAN 2017 Night Race Hutan Kota Trenggalek 8 Juli lalu.

"Berkesan sekali balap di Huko Trenggalek kemarin, meski belum juara pertama tapi saat itu pertama kali ayah dan ibu menyaksikan langsung saya balapan. Luar biasa banget rasanya, memotivasi untuk maju terus di downhill," lanjutnya bersemangat.



Kini di antara targetnya mampu bersaing di kelas 'singa' Women Elite, Dela berharap olahraga downhill bisa semakin populer khususnya di wilayah asalnya Trenggalek. Apalagi, Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak mulai menyampaikan dukungan pada olahraga balap sepeda di kabupaten Bumi Minak Sopal tersebut.

"Secara pribadi saya ingin bisa bersaing di Women Elite karena jujur itu kelas singa menurut saya. Tapi secara khusus saya juga punya harapan agar masyarakat Trenggalek lebih cinta dengan olahraga sepeda khususnya downhill, terlebih kita sudah dua tahun jadi tuan rumah event IDH," pungkasnya.

Dela Andika Tri Pamungkas, what an awesome rider! Tetap semangat dan maju terus ya, ingat Nyali Aja Ngga Cukup!