Atlet Jawa Timur Puncaki Pra PON

Redaksi - News

Atlet Jawa Timur Puncaki Pra PON
08 Sep 2015 14:51
545 Hits

Garut, 7 September 2015 (IDH) Track sepanjang 1,4 kilometer di Kabupaten Garut Jawa Barat menjadi saksi kedigdayaan dua rider Jawa Timur yakni Popo Ario Sejati dan Fitriyani Riyanti. Kedua rider downhill tersebut berhasil meraih waktu tercepat untuk memastikan tempat teratas di babak kualifikasi Pra PON Jawa Barat 2016 mendatang.

Garut, 7 September 2015 (IDH) Track sepanjang 1,4 kilometer di Kabupaten Garut Jawa Barat menjadi saksi kedigdayaan dua rider Jawa Timur yakni Popo Ario Sejati dan Fitriyani Riyanti. Kedua rider downhill tersebut berhasil meraih waktu tercepat untuk memastikan tempat teratas di babak kualifikasi Pra PON Jawa Barat 2016 mendatang.

Popo yang memang telah mempersiapkan diri sejak beberapa bulan terakhir hingga terpaksa tak turun di seri 3 Indonesian Downhill Pekalongan lalu berhasil mengungguli saingan-saingan lain di kelas Men. Tampil menjadi yang tercepat, Popo berhasil mencatatkan waktu 2 menit 28 detik untuk meraih podium pertama.

Sementara itu di bawah Popo ada rider Jawa Tengah yang juga memperkuat 76 Team, Khoiful Mukhib yang unggul waktu dari Ditra Pranata yang menempati peringkat ketiga yang mencatatkan waktu 2 menit 31 detik. Tiga rider tersebut menjadi yang teratas dari total 35 rider yang turun dari masing-masing provinsi di Indonesia.

Sementara di kelas Women, Fitriyani Riyanti yang juga asal Jawa Timur tampil mendominasi dan berhasil mencatatkan waktu tercepat. Fitri berhasil mengungguli dua unggulan lainnya yakni Nining Purwaningsih asal Jawa Tengah dan Exa Raudina asal Yogyakarta.

Persaingan di kelas Women memang sedikit lebih mudah dari kelas Men di mana hanya ada 10 rider yang bersaing mencatatkan waktu tercepat menuruni bukit. Namun demikian srikandi downhill Indonesia yang turun tetaplah patut mendapatkan apresiasi tinggi atas capaian tersebut.

Beberapa rider sempat sedikit kesulitan melibas track di Garut yang memiliki karakteristik tanah yang gembur. Seperti Ditra Pranata yang sempat mengaku kesulitan ketika final run.