Afrizal Ungkap Asal Mula Nama “Brasco”, Masih Pede Bersaing dengan Anak Muda di Men Elite

Redaksi - Profiles

Afrizal Ungkap Asal Mula Nama “Brasco”, Masih Pede Bersaing dengan Anak Muda di Men Elite
17 Jul 2018 0:45
450 Hits

Bandung, 12 Juli 2018 - Nama salah satu rider, Afrizal mungkin tidak mudah diingat pecinta downhill tanah air. Namun, ketika tambahan nama “Brasco” mulai diucapkan, maka pandangan mata kita langsung tercurah pada satu pebalap paling senior dari Spartan Racing Team Afrizal “Ijal” Brasco.

Ya, Ijal Brasco memang tak lagi diragukan dedikasinya dalam balap sepeda downhill. Sejak 2004, pria kelahiran 1 April 1986 ini terus serius menekuni olahraga downhill hingga saat ini di usianya yang ke-32 tahun.

Tidak main-main, saat pebalap lain seumurannya mulai berpindah ke kelas Master, Ijal Brasco tetap setia berada kelas paling bergengsi Men Elite. Pun begitu, nyatanya Brasco masih bisa menunjukkan kemampuan terbaik di seri pertama Bukit Hijau Bantul saat mampu finish di podium ketiga.

indonesiandownhill.com pun menyempatkan berbincang dengan pria asal Bandung Jawa Barat tersebut di sela jeda antar seri 76 Indonesian Downhill. Ijal pun mulai menceritakan awal mula keterarikan pada balap sepeda downhill.

“Tahun 2004 saya pertama turun di downhill ikut kelas Junior, saya pakai sepeda hardtail dan malah juara padahal lainnya sudah pakai yang suspensi. Saya merasa menemukan kecocokan di downhill, bagaimana bisa mengalahkan diri sendiri saat bersepeda, itu tantangan luar biasa yang didapatkan dari sini (downhill),” ungkapnya.

Keasyikan menekuni downhill pun terus dirasakan Ijal hingga tahun demi tahun berlalu. Prestasi demi prestasi diraih namun tak jarang pula hal buruk menerpa selama perjalanan karier.

Obrolan pun mulai bergeser pada tambahan nama “Brasco” yang sebenarnya tak ditemukan dalam identitas resmi milik Ijal. Ia pun memulai dari kisah keberuntungan yang disandang para pesohor yang memiliki nama tambahan atau nama panggung.

“Kalau Afrizal saja sepertinya biasa, maka pertama turun di downhill saya tambahkan nama pakai Brasco. Eh ternyata membawa hoki, jadi saya pakai sampai sekarang, sudah melekat rasanya,” ungkapnya tertawa.

Tak berhenti di sana, Ijal pun kini menambahkan nama Brasco pada anaknya yang bahkan sudah resmi ada pada identitas. “Nanti kalau ada anak kedua, saya tambahkan Brasco juga. Ya, malah jadi nama keluarga mungkin,” sambungnya dengan nada setengah bercanda.

Kini di tahun ke-14 kariernya di olahraga downhill, Ijal Brasco masih menyimpan asa untuk meraih prestasi di cabang balap sepeda yang mampu memikat hatinya tersebut. Selain target podium yang ingin digapai seperti di seri pertama 2018 lalu, Ijal memiliki misi memotivasi anak-anak muda di Men Elite agar terus berusaha maksimal meningkatkan kemampuan.

“Kalau saya saja bisa, mengapa yang muda-mudah tidak bisa. Saya mau tunjukkan itu di Men Elite dan akan terus di kelas itu sampai saya bisa mengalahkan diri saya sendiri. Toh hidup hanya sekali, jadi usahanya harus maksimal dan dinikmati,” lanjut pebalap Spartan ini.

Meski masih bersemangat untuk berkarier di kelas Men Elite, namun Ijal kini mulai memikirkan hal-hal menarik kedepan. Membuat tempat berlatih bagi siapa saja yang ingin belajar downhill menjadi keinginan yang nantinya bakal diwujudkan selangkah demi selangkah.

“Saya ingin berbagi pengalaman, mendidik anak-anak hingga jadi atlet berkualitas, mulai dari nol. Saya ingin wujudkan itu nanti, semoga bisa terlaksana, jadi saya bisa membawa manfaat untuk orang lain,” pungkasnya.

Bersama Spartan, kini Ijal Brasco terus berusaha mewujudkan mimpi dan cita-citanya tersebut. Tetap semangat Brasco, bawa energi positifmu di dunia balap sepeda downhill tanah air.