A Class Factory Racing, Build Riders From Zero to Hero

Redaksi - Profiles

A Class Factory Racing, Build Riders From Zero to Hero
29 Dec 2016 14:09
1111 Hits

Yogyakarta 29 Desember 2016. Kiprah A Class Factory Racing di kancah downhill tanah air khususnya IDH mungkin tak lagi diragukan. Tim ini terus eksis sejak awal dibentuk tahun 2009 lalu oleh Wahyu Haryono aka Om Yok yang juga adik kandung Harjan Hidayat Doedoet.



Kepada indonesiandownhill.com Om Yok menceritakan awal mula tercetusnya tim downhill A Class ini yang sebenarnya merupakan perusahaan furniture di kota Solo. Menurut Om Yok, A Class Factory Racing dibangun untuk memberikan kesempatan pada anak-anak muda potensial Solo yang gemar berolahraga.



"Sebenarnya tak hanya downhill saja, tapi memang karena saya pribadi suka bersepeda maka terciptalah A Class Factory Racing ini pada 2009. Kami sederhana saja misinya yakni mencari riders, membina dan menjadikannya juara, from zero to hero," ungkapnya.

Di gelaran IDH 2016 yang baru saja usai, A Class Factory Racing menjadi tim yang tak pernah absen dalam setiap penyelenggaraan baik seri downhill maupun urban. Di kelas hobby, Pak Doedoet dan Om Yok terhitung cukup bersaing dengan hampir selalu menempati podium lima teratas di kelas Master D atau Veteran sementara Imam Senewe yang sudah sangat senior terus memperlihatkan eksistensi dengan tak pernah absen balapan.



Sementara di kelas prestasi, A Class Factory Racing memiliki dua jawara yakni Bagus Budi Setiawan Kenthus yang turun di Men Elite A dan Calvin Dwipa yang bermain di kelas Men Junior. Kenthus di 2016 ini mampu berada di peringkat ke-15 overall Men Elite A dan sempat menempati podium pertama di seri Kajen Pekalongan. Sementara Calvin berada di peringkat ke-7 kelas Men Junior yang dianggap salah satu kelas bergengsi di IDH.



Eksistensi A Class Factory Racing ini menurut Om Yok tetap akan dipertahankan pada gelaran IDH 2017 mendatang. Target lima besar overall pun disematkan pada rider-rider yang berlaga di kelas prestasi.

"Kalau kami yang di hobi tidak usah dihitung, tapi mungkin yang di kelas prestasi saja. Target bisa masuk lima besar overall di tahun 2017 nanti, semoga bisa terwujud," imbuhnya tersenyum.

Di rehat musim ini, A Class Factory Racing tetap memiliki agenda berlatih untuk mengasah skills para riders mereka. Satu harapan yang juga tampaknya wajib didengar pihak penyelenggara yakni keinginan agar track IDH semakin menarik di tahun depan.



"Harapan kami untuk IDH, tracknya step by step ditingkatkan. Percuma kita beli sepeda bagus tapi tidak bisa dipacu kencang di track," pungkas Om Yok dengan nada bercanda.

Oke, kita tunggu kiprah A Class Factory Racing tahun 2017 nanti. Tampaknya persaingan bakal semakin ketat, siap-siap saja.