76 Indonesian Downhill 2017 - Seri 3 - Ternadi Bike Park Kudus Jawa Tengah 19 - 20 AUG

Redaksi - Event

76 Indonesian Downhill 2017 - Seri 3 - Ternadi Bike Park Kudus Jawa Tengah 19 - 20 AUG
20 Aug 2017 8:00
667 Hits

76 Indonesian Downhill 2017 

Seri 3 - Ternadi Bike Park - Kudus - Jawa Tengah

19 - 20 Agustus 

 

 TECHNICAL GUIDE 2017 CLICK HERE http://indonesiandownhill.com/technicalguide

 

KETENTUAN & REGULASI  

1. Jenis lomba : Individual Downhill – DHI

2. Kategori Peserta :

2.1. Kategori Prestasi : Khusus KELAS ELITE (semua) WAJIB berlisensi UCI atau National-1 Day License yang dikeluarkan PB ISSI di tahun berjalan yang sekaligus berfungsi sebagai asuransi yang diasuransikan oleh Mandiri Health Insurance. Biaya National-1 Day License adalah Rp.150.000http://indonesiandownhill.com/detailpost/wajib-kantongi-lisensi-uci-ini-benefitmu-riders

2.1.1. Men Elite A: dari 1 Januari, 19 tahun kelahiran ke atas, level kompetisi paling tinggi. Jumlah pebalap di kelas ini adalah 30 orang berdasarkan ranking tahun 2016.

2.1.2. Men Elite B : dari 1 Januari, 19 tahun kelahiran sampai dengan 31 Desember, 29 tahun kelahiran. Kelas ini merupakan kelas promosi dari Men Sport A dan degradasi dari kelas Men Elite A. Sebelum 2016 disebut sebagai Men Expert.

2.1.3. Men Junior : dari 1 Januari, 17 tahun kelahiran sampai dengan 31 Desember, 18 tahun kelahiran. Wajib menyerahkan Surat Ijin Orang Tua, Akte Kelahiran dan Menunjuk Wali selama perlombaan. Pebalap yang berusia 17-18 tahun dan mewakili Propinsi/Kota/Kabupaten tetap berada dalam kategori Men Junior.

2.1.4. Women Elite : dari 1 Januari, 17 tahun kelahiran ke atas

Pebalap yang pernah bertanding di kejuaraan yang mewakili Propinsi/Kota/Kabupaten akan dimasukkan dalam kelas Men Elite B, dalam hal ini hanya pembalap yang berusia 19-29 tahun yang akan di pindahkan ke Men Elite B. Pebalap yang berusia 17-18 tahun tetap dalam kategori Men Junior dan 30 tahun keatas dalam kategori Master Expert A.

Pebalap sepeda selain DHI, yang memiliki kategori Men Elite/Women Elite maka akan dimasukkan kedalam kelas Men Elite B/Women Elite.

Apabila ditemukan pebalap yang tidak sesuai kelasnya, maka akan dipindahkan ke kelas yang seharusnya dengan menempatkan pada urutan waktu dikelas tersebut, dan kemudian menerima poin  80% dari posisi di kelas tersebut.

Contoh: Pebalap A dikelas Men Sport A mendapat juara 1, namun ternyata seharusnya dia masuk kelas Men Elite B karena bertanding di kelas Elite/U23 di BMX, maka dipindahkan ke kelas Men Elite B, dan waktunya disesuaikan dengan kelas Men Elite B. Jika di Men Elite B meraih posisi 3, maka dia berhak poin posisi 3 dikalikan 80%.

2.2. Kategori Hobby : Khusus KELAS MASTERS (semua) WAJIB berlisensi UCI atau National-1 Day License yang dikeluarkan PB ISSI di tahun berjalan yang sekaligus berfungsi sebagai asuransi yang diasuransikan oleh Mandiri Health Insurance. Biaya National-1 Day License adalah Rp.150.000http://indonesiandownhill.com/detailpost/wajib-kantongi-lisensi-uci-ini-benefitmu-riders

2.2.1. Men Youth : dari 31 Desember, 15 sampai dengan 16 tahun kelahiran. Wajib menyerahkan Surat Ijin Orang Tua, Akte Kelahiran dan Menunjuk Wali selama perlombaan.

2.2.2. Men Sport A : dari 1 Januari, 19 tahun kelahiran sampai dengan 31 Desember, 24 tahun kelahiran.

2.2.3. Men Sport B : dari 1 Januari, 25 tahun kelahiran sampai dengan 31 Desember, 29 tahun kelahiran.

2.2.4. Women Open : berusia minimal 15 tahun, kelas ini terbuka buat semua pemula, dan peserta wanita yang tidak masuk di dalam kategori Women Elite.

2.2.5. Master Expert A : dari 1 Januari, 30 tahun kelahiran sampai dengan 31 Desember, 39 tahun kelahiran.

Peserta dengan ranking 1-3 tahun kejuaraan sebelumnya di kelas Master A dan B,  dimasukkan ke dalam kelas ini. Peserta dengan ranking 1-3 terbawah, dimasukkan ke kelas Master A dan B sesuai dengan umurnya. Indonesian Downhill menetapkan daftar peserta di kelas ini sebelum lomba dimulai sesuai program Promosi dan Degradasi.

2.2.6. Master Expert B : dari 1 Januari, 40 tahun kelahiran sampai dengan 31 Desember, 49 tahun kelahiran.

Peserta dengan ranking 1-3 tahun kejuaraan sebelumnya di kelas Master C dan D, dimasukkan ke dalam kelas ini. Peserta dengan ranking 1-3 terbawah, dimasukkan ke kelas Master C dan D sesuai umurnya. Indonesian Downhill menetapkan daftar peserta di kelas ini sebelum lomba dimulai sesuai dengan program Promosi dan Degradasi.

2.2.7. Master A : mulai dari 1 Januari, 30 tahun kelahiran sampai dengan 31 Desember, 34 tahun kelahiran.

2.2.8. Master B : mulai dari 1 Januari, 35 tahun kelahiran sampai dengan 31 Desember, 39 tahun kelahiran.

2.2.9. Master C : mulai dari 40 tahun kelahiran sampai dengan 31 Desember, 44 tahun kelahiran.

2.2.10. Master D : mulai dari 1 Januari, 45 tahun kelahiran sampai dengan 31 Desember, 49 tahun kelahiran.

2.2.11. Master E : mulai dari 1 Januari, 50 tahun kelahiran ke atas.

2.3. Promosi dan Degradasi  http://indonesiandownhill.com/detailpost/promosi-dan-degradasi-76-indonesian-downhill-2017

 

3. Pakaian dan Perlengkapan Keselamatan

3.1. Pakaian ketat berbahan dasar Elasted-Lycra tidak diperkenankan. Celana/Jaket/Kemeja berbahan denim/jeans tidak diperkenankan.

3.2. Helm wajib full-face dan wajib berstandar SNI/CPSC/DOT/JIS/NJIS. Helm full-face modular tidak diijinkan dipakai.

3.3. Setiap Peserta wajib untuk memakai alat keselamatan, yaitu pelindung lutut (knee protector), celana tidak ketat, sarung tangan full-finger, baju lengan panjang/baju lengan pendek dengan pelindung siku (elbow protector).

3.4. Peserta kelas Youth, Women Open, dan ALL Master WAJIB untuk memakai pelindung badan (chest protector), dan dianjurkan untuk menggunakan pelindung leher (neck brace).

 

4. Prosedur Latihan

4.1. Sesi latihan berjalan kaki di lintasan perlombaan harus diorganisir oleh masing-masing tim pada hari Kamis sebelum latihan.

4.2. Sesi latihan resmi dilaksanaan pada hari Jumat sebelum perlombaan.

4.3. Peserta wajib mengikuti 2 kali sesi latihan resmi dengan sanksi diskualifikasi (DSQ). Start Commissaire dan Finish Judge mencatat keberangkatan dan kedatangan pembalap. 

4.4. Start Commissaire memastikan prosedur ini ditaati oleh seluruh peserta.

4.5. Start pada saat latihan resmi harus dari posisi Start resmi, sanksi diskualifikasi (DSQ), apabila melakukan latihan tidak dari posisi Start.

4.6. Nomor Start harus terpasang dengan baik di stang (handle-bar) sepeda, sehingga nomor cukup jelas kelihatan. Modifikasi atas nomor frame, dikenakan sanksi denda Rp 100.000,-. Modifikasi yang dimaksud adalah merubah bentuk plate number, melubangi pada angka/nomor peserta, menempelkan sponsor lain di plate number, menambah bentuk nomor, mewarnai warna dasar plate number.

4.7. Nomor badan, dipasang di bagian belakang bawah sekitar pinggul. Yang tidak menggunakan nomor badan, tidak diijinkan berlatih, Seeding Run maupun Final Run.

 

5. Prosedur Perlombaan

5.1. Keamanan : Lintasan hanya boleh dilalui selama lomba dan latihan resmi. Yang bukan peserta perlombaan dilarang mempergunakan selama kegiatan perlombaan.

5.2. Pembatalan : Dalam keadaan cuaca sangat buruk, Chief Commissaire berhak membatalkan perlombaan setelah berkonsultasi dengan panitia perlombaan dan Technical Delegate. Setelah di hentikan, hasil lomba diambil dari hasil Seeding Run, bila lomba di hentikan saat Seeding Run, maka perlombaan akan dilanjutkan langsung Final Run di hari berikutnya, urutan Start menggunakan klasemen sementara atau ranking tahun sebelumnya. 

5.3. Sebelum latihan resmi, Technical Delegate harus menginspeksi lintasan memastikan peranti dan personal keselamatan berada di posisinya dan layak keselamatan. Laporan diberikan oleh Chief Commissaire kepada Race Director.

5.4. Technical meeting wajib dihadiri Commissaire Panel, Technical DelegateTiming System, Event Organiser dan para peserta/tim manajer, Akan dilaksanakan pada hari Kamis pukul 11.00 - 12.00

5.5. Start List diumumkan/dibagikan sebelum Start dimulai.

5.6. Waiting Zone (Call Up Area) disiapkan dekat dengan Start dengan area yang cukup lapang. Penonton dilarang berada di area ini, kecuali 1 tim official, juri, fotografer terdaftar.

5.7. Start Commissaire menjadi satu satunya pemberi aba aba Start. Aba-aba start adalah : 5 4 3 2 1 GO!

5.8. Hasil lomba merupakan hasil keputusan Commissaire Panel dengan Timing System dan Race Director. Keputusan ini bersifat Finale.

5.9. Hasil resmi akan di publikasi setelah di tandatangani oleh Finish Commissaire.

5.10. Marshall menggunakan dua bendera, satu berwarna kuning dan satu berwarna merah. Bendera kuning dipakai selama latihan resmi. Bendera merah digunakan selama Seeding Run dan Final Run

5.11. Semua pembalap wajib menjaga sportifitas dan wajib memberi jalan tanpa gangguan bagi pembalap yang lebih cepat di belakangnya. Marshalls akan memberi tanda bendera dibentang diatas kepala. Backmarker yang tidak mengindahkan, sanksinya diskualifikasi (DSQ).

5.12. Apabila pembalap keluar dari lintasan apapun alasannya harus kembali ke titik awal di keluar lintasan untuk melanjutkan, apabila kembali tidak dari tempat keluar lintasan maka sanksinya diskualifikasi (DSQ)Marshalls yang mengetahui kejadian ini, melapor kepada koordinator marshalls dan mencatat nomor pembalap.

5.13. Bila pembalap terjatuh dan tidak bisa melanjutkan perlombaan, maka harus menepikan sepeda, dan memberi jalan bagi pembalap dibelakang. Marshalls tidak perlu mengibarkan bendera.

5.14. Bila pembalap terjatuh, dan menghalangi jalur perlombaan karena tidak mampu berpindah akibat cedera, maka marshalls harus  mengibarkan bendera dengan pola angka 8. Pembalap yang melihat signal ini, harus segera berhenti sebelum di lokasi kecelakaan, dan berhak mengulang StartMarshalls melapor kepada koordinator marshalls dan koordinator melaporkan kepada Race Director dan Chief Commissaire

5.15. Bila pembalap harus di evakuasi menggunakan Ambulance, maka pihak Indonesian Downhill hanya akan mengantar menuju rumah sakit rujukan yang bekerjasama dengan pihak Indonesian Downhill.

5.16. Semua peserta wajib menghargai dan menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan lomba.

5.17. Hak siar dari kegiatan perlombaan Indonesian Downhill 2016 merupakan hak sepenuhnya dari panitia penyelenggara. Pembalap di ijinkan menggunakan kamera hanya terpasang pada helm, dada dan apabila IDH membutuhkan salinan rekaman, peserta wajib menyerahkan kepada pihak IDH. 

 

6. Peralatan Sepeda

6.1. Sepeda yang digunakan dalam kompetisi ini harus memenuhi faktor keselamatan, dan juga dilengkapi peralatan yang sesuai standar kompetisi, yaitu: rem hidrolik, system percepatan gigi. Setiap sepeda sebaiknya dilengkapi dengan shifter mekanik dengan real derailleur, mekanisme percepatan 1x1 diijinkan selama memenuhi faktor keselamatan.

6.2. Sepeda yang diperkenankan adalah full suspensi, travel suspensi bebasPergantian sepeda hanya dapat dilakukan SEBELUM Seeding Runsetelah Seeding Run tidak diperkenankan mengganti sepeda atau frame, sanksinya diskualifikasi (DSQ).

6.3. Sepeda menggunakan handle-bar maximum 81 cm dan wajib menggunakan bar-end.

6.4. Lingkar roda yang diperbolehkan adalah 26-inches sampai dengan 29-inches. Tidak diperkenankan menggunakan fat-tires.

 

7. Penalti dan Sanksi

7.1. Penalti 10 detik untuk setiap 1 detik Jump-Start, berlaku kelipatannya.

7.2. Jump-Start diberlakukan apabila sepeda sudah melewati sensor Start sebelum aba-aba diberikan oleh Start Commissaire (GO!! setelah count down 5 detik).

7.3. Sanksi pemecatan/diskualifikasi (DSQ) diberikan apabila melakukan hal yang termuat dalam butir 4.2., 4.3., 5 11. 5.12., 6.2.

7.4. Serta dengan sengaja atau terbukti melakukan doping, sanksinya diskualifikasi (DSQ).

 

8. Protes

8.1. Hak protes diberikan hanya kepada pembalap atau team manajernya yang mengikuti technical meeting, ditandai dengan presensi saat technical meeting.

8.2. Bentuk protes hanya berupa kerugian yang diterima oleh pembalap atas kesalahan pembalap lain, bukan karena kejadian alam, operasional lomba, atau kejadian luar biasa.

8.3. Protes harus tertulis dan diserahkan maksimal 5 menit setelah lomba per kategori selesai dan diserahkan kepada Race Director dengan jaminan sebesar Rp 500.000,-

8.4. Jaminan dikembalikan apabila protes diterima.

 

9. Urutan Perlombaan

9.1. Pendaftaran online registrasi  ditutup hari Selasa pukul 24.00. Pembayaran Pendaftaran terakhir Hari Rabu 24.00 untuk semua kelas. Pembayaran hanya dilakukan melalui transfer Bank BCA dengan rekening beralamatkan CV. Indonesian Downhill. 

9.2. Pengambilan nomor di hari Kamis 08.00 – 15.00 dan hari Jumat dimulai 08.00 sd 10.00 dengan membawa lisensi, KTP/IC, akte lahir atau kartu pelajar yg masih berlaku, oleh team manajer/wakil pembalap.

9.3. Biaya Pendaftaran di tempat (on-site), pada hari Kamis dan hari Jumat dikenakan biaya 150% atau Rp 450.000.

9.4. Tidak ada pendaftaran baru secara online dan on-site di hari Kamis dan Jumat.

9.5. Technical meeting dimulai Kamis pukul 11.00 – 11.45.

9.6. Latihan dimulai pada Kamis pukul 13.00 – 16.00.

9.7. Latihan resmi (Official Practice) hari Jumat dimulai pukul 08.00 – 15.00.

9.8. Seeding Run dilakukan pada hari Sabtu dimulai pukul 08.00 – selesai.

9.9. Final Run dilakukan pada hari Minggu dimulai pukul 08.00 – selesai.

9.10. Jenis hadiah, jumlah untuk setiap seri, sudah diumumkan dan termuat di dalam regulasi ini. 

9.11. Pembagian hadiah selambat-lambatnya 1 jam setelah lomba selesai.

9.12. Urutan lomba sewaktu-waktu bisa berubah sesuai kondisi saat perlombaan berlangsung.

 

10. Ketentuan Perlombaan

10.1. Pembalap yang tidak berhak mengikuti Final Run dan masuk klasemen, apabila :

10.1.1. DNQ : tidak lolos limit waktu atau jumlah peserta yang ditentukan.

10.1.2. DNS : tidak melakukan Start  pada Seeding Run dan Final Run.

10.1.3. DNF : tidak sampai ke garis Finish pada Final Run.

10.1.4. DSQ : didiskualifikasi

10.2. Bila pembalap melakukan Start pada Seeding Run, namun mengalami masalah dan tidak dapat Finish, maka boleh mengikuti sesi Final Run pada urutan pertama.

10.3. Hal hal yang belum termuat di dalam regulasi ini akan ditentukan kemudian dengan pemberitahuan resmi kepada peserta atau Manager Team.

10.4. Semua peserta diwajibkan mematuhi Ketentuan dan Regulasi 76 Indonesian Downhill 2017 ini.

10.5. UCI General and Mountain Bike Regulation menjadi acuan regulasi ini.

 

11. Podium Juara

11.1. Jumlah peserta yang berhak naik ke Podium adalah posisi berurutan 1-2-3-4-5.

11.2. Podium tidak dapat diwakilkan, hanya pembalap yang tercatat sebagai pemegang posisi di podium, yang naik ke atas Podium.

11.3. Pembalap yang tidak menghadiri prosesi Podium, maka tidak berhak mengklaim posisi juara, dan tidak berhak atas hadiah yang diperuntukkan untuk posisinya, uang hadiah akan menjadi milik panitia.

11.4. Pembalap hanya diijinkan menggunakan pakaian yang dipakai pada saat Final Run, tanpa mengenakan topi. Wajib menggunakan sepatu dan hanya sepeda posisi nomer 1 yang dipasang diatas Podium. Bagi pembalap yang melanggar, dikenakan denda Rp 200.000,00

 

 KEMBALI KE ATAS